Pesona Kebudayaan Jawa Timur

Indonesia memiliki 5 pulau yang terbesar yaitu pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Indonesia mempunyai keindahan dan kekayaan alam yang sangat banyak, indah dan mempesona dan Indonesia juga memiliki beraneka ragam kebudayaan.

Seperti contohnya kebudayaan Jawa Timur yang terletak di dalam pulau Jawa.

Jawa Timur adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibukotanya adalah Surabaya. Luas wilayahnya 47.922 km², dan jumlah penduduknya 37.070.731 jiwa. Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.

Rumah Adat Jawa Timur (Joglo)

Ini merupakan rumah joglo yang merupakan salah satu rumah adat Jawa Timur. bentuk bangunan Jawa Timur seperti di Ngawi, Madiun, Magetan, dan Ponorogo  umumnya mirip dengan bentuk bangunan Jawa Tengah Surakarta. Bangunan ini sudah ada sejak lama pada masa era kolonial seperti informasi yang tercatat saat pengambilan gambar (TMII).

Masing-masing rumah adat yang ada di Indonesia memiliki ciri-ciri tersendiri seperti pada gambar di atas dimana rumah adat Jawa Timur memiliki ciri-ciri bangunan berbentuk persegi panjang. Rumah Joglo mempunyai 16 buah tiang atau kolom sebagai penopang konstruksi atap yang terdiri dari 4 buah “saka guru” dengan masing masing tiang berukuran (15cm x 15cm) dan 12 buah tiang emper masing-masing berukuran (11cm x 11cm), serta mempunyai 5 buah “Blandar Tumpang Sari” lengkap dengan “kendhit”atau “koloran” yang berfungsi sebagai balok penyiku konstruksi utama bangunan tersebut. Keseluruhan bangunan asli menggunakan material struktur kayu jati dan mempunyai ukuran 8,4 m x 7,6 m.

Adat istiadat Karapan Sapi

Foto di atas merupakan salah satu budaya khas di Jawa Timur yaitu karapan sapi dimana Karapan sapi merupakan salah satu jenis kesenian tradisional yang selalu dilakukan oleh masyarakat P. Madura, Jawa Timur karena di Jawa Timur masih terdapat tradisi perlombaan pacuan sapi jadi pada perlombaan ini akan memperlihatkan dimana beberapa ekor sapi nantinya akan berlomba adu cepat untuk memenangkan perlombaan dan ditambah juga dengan ritual arak-arakan yang sampai saat ini masih dipercaya oleh suku Jawa Timur.

Candi Penataran yang terletak di Jawa Timur


Pada gambar di atas ini merupan foto saya dan kedua teman saya di candi yang berada di Jawa Timur yaitu Candi Penataran dimana Candi ini merupakan salah satu keindahan dan kebanggaan yang di punyai oleh masyarakat Jawa Timur.

Candi Panataran yang terletak di sebelah utara Blitar adalah satu-satunya komplek percandian yang terluas di kawasan Jawa Timur. Berdasarkan laporan Dinas Purbakala tahu 1914-1915 nomor 2045 dan catatan Verbeek nomor 563, merupakan bangunan kekunaan yang terdiri atas beberapa gugusan sehingga disebut Komplek Percandian. Lokasi bangunan candi ini terletak di lereng barat-daya Gunung Kelud pada ketinggian 450 meter dpl (di atas permukaan air laut), di desa yang juga bernama Panataran, Kecamatan Nglegok, Blitar. Hanya berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Blitar atau kurang lebih setengah jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Dengan jalan yang relatif mulus dan cukup lebar hingga di depan komplek candi.

Banyak orang yang belum mengetahui jelas mengenai candi ini karena begitu banyak candi yang lebih terkenal di daerah jawa seperti Candi prambanan&candi Borobudur.

Senjata Tradisional Jawa Timur

Foto diatas adalah Keris yang merupakan senjata tradisional ala Jawa Timur. Keris di suku Jawa Timur di gunakan untuk mempertahankan diri dan sebagai alat kebesaran di lingkungan raja. Jadi Keris ini bukan saja kebanggaan dari masyarakat Jawa Timur tapi Keris merupakan Senjata yang terkenal di negara Indonesia karena Keris ini sudah ada sejak lama dahulu kala. Selain Keris banyak juga terdapat senjata khas dari kebudayaan Jawa Timur seperti contonya Celurit yang berasal dari Madura Jawa Timur.

Suku bangsa

Indonesia terdiri dari beberapa suku bangsa dan begitu juga dengan Jawa Timur dimana suku Jawa Timur adalah mayoritas Suku Jawa, namun demikian, etnisitas di Jawa Timur lebih heterogen. Suku Jawa menyebar hampir di seluruh wilayah Jawa Timur daratan. suku Madura mendiami di Pulau Madura dan daerah Tapal Kuda (Jawa Timur bagian timur), terutama di daerah pesisir utara dan selatan. Di sejumlah kawasan Tapal Kuda, Suku Madura bahkan merupakan mayoritas. Hampir di seluruh kota di Jawa Timur terdapat minoritas Suku Madura, umumnya mereka bekerja di sektor informal. Suku Tengger,  konon adalah keturunan pelarian Kerajaan Majapahit, tersebar di Pegunungan Tengger dan sekitarnya. Suku Osing tinggal di sebagian wilayah Kabupaten Banyuwangi. Orang Samin tinggal di sebagian pedalaman Kabupaten Bojonegoro.

Selain penduduk asli, Jawa Timur juga merupakan tempat tinggal bagi para pendatang. Orang Tionghoa adalah minoritas yang cukup signifikan dan mayoritas di beberapa tempat, diikuti dengan Arab; mereka umumnya tinggal di daerah perkotaan. Suku Bali juga tinggal di sejumlah desa di Kabupaten Banyuwangi. Dewasa ini banyak ekspatriat tinggal di Jawa Timur, terutama di Surabaya dan sejumlah kawasan industri lainnya.

. . .Pesan yang saya ingin sampaikan adalah  Orang bijak mengatakan . . .

“Sejarah adalah masa lalu, masa kini adalah waktu yang harus dijalani dan masa depan adalah misteri”.

Dan mari kita jaga dan terus Lestarikan Kebudayaan yang kita punya karena itu adalah kebanggan kita sendiri. Mulailah dari diri kita untuk mencintai dan melestarikan kekayaan alam yang kita punya.

Ayo kita lestarikan kebudayaan Indonesia….

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: